Mengkonsumsi Informasi Sampah

Dalam beberapa tahun belakangan ini (setidaknya dalam 8 tahun) saya merasakan adanya perubahan wajah informasi yang disampaikan melalui media cetak maupun elektronik. Pembawaan berita dan cara penyampaian secara tertulis maupun lisan semakin “bancuh”. Semakin banyak berita yang disampaikan, semakin dimanjakan pula para konsumen informasi. Terbukanya aras informasi melalui berbagai media penyampaian tentu saja semakin menambah jumlah konsumen informasi.

Dengan jumlah konsumen informasi yang sangat banyak, bisnis media informasi tentu saja semakin menjanjikan, sebut saja stasiun televisi baru, koran baru, dan tentu saja situs berita online semakin menjamur saja. Pelaku bisnis media informasi ini tentu saja melihat kondisi nyata bahwa konsumen sudah terbiasa dimanjakan dengan informasi. Namun, justru celah inilah yang dimanfaatkan pelaku bisnis media informasi untuk menarik para konsumen dengan menyajikan berita secepatnya dengan judul yang menjual dan provokatif tanpa diimbangi dengan konten yang berkualitas. Sederhananya, produksi informasi sampah.

Bayangkan saja, sebuah produsen informasi memberikan headline berita tentang kecelakaan pesawat dan ternyata isinya hanya satu kalimat sangat pendek. Beritanya memang sangat cepat, hanya beberapa ratus detik setelah kejadian. Bagaimana unsur konten berkualitas terpenuhi hanya dalam satu kalimat pendek? Apakah setidaknya prinsip 5W1H sudah terpenuhi? Saya akan memaklumi seandianya berita yang hanya satu kalimat itu disampaikan melalui blog pribadi, twitter, facebook, atau jejaring sosial perorangan.

Prinsip dasar penyampaian informasi yang baik adalah 5W1H, selanjutnya diikuti kualitas, manfaat, dan terakhir adalah “menarik”. Pada akhirnya konsumen hanya memakan informasi sampah. Informasi yang menarik tetapi tidak informatif dan tidak membawa manfaat bagi konsumen. Dengan kualitas informasi yang demikian maka informasi bukanlah kebutuhan primer maupun sekunder manusia. Ataukah bukan kebutuhan sama sekali? Atau justru membawa penyakit?

Mengkonsumsi informasi sampah menimbulkan penyakit….

Elbe Day

Elbe Day, April 25, 1945, was the date Soviet and American troops met at the River Elbe, near Torgau in Germany, marking an important step toward the end of World War II in Europe. This contact between the Soviets, advancing from the East, and the Americans, advancing from the West, meant that the two powers had effectively cut Germany in two. The first contact was made between patrols near Strehla, when First Lieutenant Albert Kotzebue, an American soldier, crossed the River Elbe in a boat with three men of an intelligence and reconnaissance platoon. On the east bank, they met forward elements of a Soviet Guards-rifle-regiment of the First Ukrainian Front under the command of Lieutenant Colonel Alexander Gardiev. The same day, another patrol under Second Lieutenant William Robertson with Frank Huff, James McDonnell and Paul Staub met Soviet Lieutenant Alexander Silvashko with some soldiers on the destroyed Elbe bridge of Torgau. On April 26, the commanders of the 69th Infantry Division of the First Army and the 58th Guards Rifle Division of the 5th Guards Army (Soviet Union) met at Torgau, southwest of Berlin. Arrangements were made for the formal “Handshake of Torgau” between Robertson and Silvashko in front of photographers the following day (pictured). Statements were released simultaneously in London, Moscow, and Washington that evening, reaffirming the determination of the three Allied powers to complete the destruction of the Third Reich. Adolf Hitler committed suicide in his Berlin bunker four days later.
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Elbe_Day

Amerika Serikat dan Soviet tidak menyadari bahwa beberapa tahun setelah Elbe Day ini mereka bermusuhan dalam perang dingin.

Scientific Linux Install

Scientific Linux merupakan distribusi linux yang katanya merupakan turunan dari Red Hat Enterprise Linux. Scientific Linux, sebagaimana CentOS dianggap memiliki keunggulan layaknya Red Hat Enterprise Linux dan ditambah dengan kelebihan lain yaitu free. Dibandingkan CentOS, Scientific Linux lebih banyak digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan mass computing di bidang sains sesuai namanya.

Scientific Linux Install

Scientific Linux Install

Scientific Linux pada mulanya masih kalah terkenal dibandingkan dengan CentOS. Namun, dalam beberapa tahun terakhir Scientific Linux mulai banyak dipakai oleh user dari kalangan akademisi. Bahkan dilihat dari grafik user di distrowatch.org terlihat kecenderungan pengguna CentOS yang berkurang dan pengguna Scientific Linux bertambah secara seimbang. Dimungkinkan pengguna CentOS beralih menggunakan Scientific Linux. Scientific Linux dianggap sangat mudah digunakan untuk membangun cluster karena package yang banyak digunakan untuk mass computing sudah dikelompokkan dan disiapkan dalam Scientific Linux, termasuk paket untuk komputasi parallel.